Lengan berlatih, suara mengoreksi.
ReminiCare memandu latihan lengan pasca-stroke di rumah. Kamera ponsel membaca bahu dan badan, lalu suara Bahasa Indonesia menegur saat gerakannya melenceng.
Tanpa akun dan tanpa unduhan. Prototipe dengan data contoh, bukan alat diagnosis.
“Turunkan bahu, rileks.”
Kalimat pendek, saat dibutuhkan.
Ponsel membaca posisi bahu dan badan. Begitu gerakan melenceng, satu kalimat singkat terdengar, dan hitungan repetisi ikut dibacakan. Ketuk Dengarkan untuk memutar rekaman asli dari aplikasi.
“Turunkan bahu, rileks.”
Saat bahu terangkat.
“Badan jangan miring.”
Saat badan miring.
“Punggung tetap tegak.”
Saat punggung condong.
“Bagus, lanjutkan.”
Saat satu repetisi benar.
Dari resep sampai laporan.
Empat langkah, dirancang agar pasien dan pendamping lanjut usia bisa menjalankannya sendiri.
Fisioterapis menyusun resep
Terapis menentukan gerakan jangkauan, jumlah repetisi per sesi, dan batas toleransi untuk tiap tanda kompensasi.
Keluarga memindai QR
Pindai kode QR dari fisioterapis dengan kamera ponsel. Halaman terbuka di peramban, tanpa unduh aplikasi dan tanpa mengetik.
Pasien berlatih, dipandu suara
Ponsel diletakkan di meja. Kamera membaca posisi lengan dan badan di perangkat, lalu suara menegur saat gerakan melenceng.
Angka masuk ke dasbor
Persentase repetisi benar, tanggal latihan, dan nyeri yang dilaporkan tersimpan untuk dibahas saat kontrol berikutnya.
Mudah bagi pasien dan keluarga.
Tidak ada menu berlapis dan tidak ada kolom formulir kecil. Letakkan ponsel di meja, tekan tombol besar, lalu ikuti suaranya.
Tombol besar, tulisan jelas
Tombol utama lebar dan mudah ditekan. Tulisan dibuat besar agar nyaman dibaca.
Tanpa unduhan
Dibuka di peramban lewat tautan atau kode QR dari fisioterapis.
Boleh dicoba tanpa akun
Mode tamu membiarkan siapa saja mencoba latihan sebelum mendaftar.
Tidak perlu menatap layar
Hitungan repetisi dan koreksi dibacakan, jadi pasien bisa fokus pada gerakan lengannya.
Tetap jalan saat sinyal putus
Hasil sesi disimpan di perangkat dan dikirim saat internet tersambung.
Data bisa dihapus
Pasien dapat menghapus semua data latihannya kapan saja.
Antrean pasien menurut prioritas
Contoh data sintetis| Pasien | Penanda | Nyeri terakhir | Repetisi benar |
|---|---|---|---|
| Pasien A | Eskalasi terbuka | Tidak nyeri | 62% |
| Pasien B | Melaporkan nyeri | Nyeri | 71% |
| Pasien C | Jarang berlatih | Tidak nyeri | 80% |
| Pasien D | Sesuai resep | Tidak nyeri | 90% |
Tahu pasien mana yang perlu didahulukan.
Fisioterapis melihat angka gerak dan repetisi tanpa rekaman video. Pasien dengan kompensasi yang meningkat atau keluhan nyeri ditandai lebih dulu.
Urutan prioritas otomatis: eskalasi, nyeri, lalu kepatuhan rendah, lengkap dengan alasannya.
Kendali resep penuh: terapis menetapkan toleransi dan mode koreksi per pasien. Sistem tidak mengubah resep sendiri.
Tidak menggantikan grafik: setiap ringkasan disertai pengingat untuk memeriksa grafik sebelum memutuskan.
Yang dikirim hanya angka, bukan rekaman video.
Kamera ponsel membaca titik sendi langsung di peramban. Gambar tidak pernah meninggalkan perangkat pasien.
Di ponsel pasien
Bingkai video diproses saat itu juga di memori peramban. Tidak disimpan dan tidak dikirim.
Diproses di perangkatVideo tidak dikirimYang dikirim
Hanya angka ringkasan sesi, lewat HTTPS saat internet tersambung. Contoh isinya:
Angka saja, tanpa gambar{ "repetisi": 10,
"benar": 8,
"nyeri": "agak" }Di dasbor terapis
Angka tersimpan untuk laporan kemajuan. Pasien bisa menghapus semua datanya kapan saja.
Hanya angka yang sampaiHal yang perlu Anda ketahui.
Masih prototipe
ReminiCare belum menjadi produk jadi. Datanya sintetis, dibuat oleh kode, bukan data pasien sesungguhnya.
Bukan alat diagnosis
ReminiCare membantu memandu postur latihan di rumah. Ia tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis rehabilitasi medik atau fisioterapis.
Belum diuji pada pasien stroke
Prototipe ini diuji pada subjek sehat. Belum ada uji klinis pada pasien pasca-stroke.
Resep milik tenaga kesehatan
Sistem tidak pernah mengubah jenis atau dosis latihan sendiri. Perubahan resep sepenuhnya wewenang tenaga kesehatan.

